Katanya Standar Dunia, Gedung Aquatic Centre Kok Retak
Salah satu sudut tembok dii Stadion Aquatic, yang retak-retak di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (14/11).
Menurut petugas, kondisi retak tersebut memang sudah ada sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI dilaksanakan mulai Jumat (11/11).(MI/ROMMY PUJIANTO/am)
Menurut petugas, kondisi retak tersebut memang sudah ada sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI dilaksanakan mulai Jumat (11/11).(MI/ROMMY PUJIANTO/am)
Senin, 14 November 2011 22:49
Pantuan Bharatanews hari ini (14/11) melihat sisi samping gedung Aquatic Centre, persis di bawah papan Swiss Timing, sudah terjadi keretakan yang cukup parah. Yakni, memanjang sekitar 20 meter. Begitu pula sisi atas beton penyangga, mengalami hal serupa. Bahkan lebih parah, keretakannya agak besar dan memanjang.
Pantuan Bharatanews hari ini (14/11) melihat sisi samping gedung Aquatic Centre, persis di bawah papan Swiss Timing, sudah terjadi keretakan yang cukup parah. Yakni, memanjang sekitar 20 meter. Begitu pula sisi atas beton penyangga, mengalami hal serupa. Bahkan lebih parah, keretakannya agak besar dan memanjang.
Kondisi itu cukup mengkhawatirkan, terlebih lagi banyaknya penonton yang datang ke venue ini setiap hari untuk menyaksikan pertandingan olahraga air.
Dikatakan Project Manager PT Prambanan Dwipaka, Endang Hidayat, pihaknya akan memperbaiki keretakan tersebut karena masih menjadi tanggung jawab pemeliharaan kontraktor.
Keretakan tersebut, katanya, akibat dari turunnya kontruksi pondasi batu kali. Hal itu disebabkan beban crane pada saat install bulkhead dan swiss timing sebelum SEA Games berlangsung.
Fisik bangunan yang mengalami kerusakan tersebut terpisah dari struktur utamanya. Hanya dinding penyekat yang bermasalah.”Jadi, itu bukan struktur utama yang retak, terpisah dari struktur tribun maupun kolam. Nggak perlu dikhawatirkan,,” kilahnya.
Dikatakan Project Manager PT Prambanan Dwipaka, Endang Hidayat, pihaknya akan memperbaiki keretakan tersebut karena masih menjadi tanggung jawab pemeliharaan kontraktor.
Keretakan tersebut, katanya, akibat dari turunnya kontruksi pondasi batu kali. Hal itu disebabkan beban crane pada saat install bulkhead dan swiss timing sebelum SEA Games berlangsung.
Fisik bangunan yang mengalami kerusakan tersebut terpisah dari struktur utamanya. Hanya dinding penyekat yang bermasalah.”Jadi, itu bukan struktur utama yang retak, terpisah dari struktur tribun maupun kolam. Nggak perlu dikhawatirkan,,” kilahnya.
Menurut Endang, semestinya ketika pemasangan tempo hari digeser ke arah dalam, sejajar dengan kolam, namun karena waktu yang mepet sehingga pemasangannya menjadi seperti saat ini.
Aquatic centre, lanjutnya, mulai dibangun sejak bulan Agustus 2010. Di tempat tersebut di gelar pertandingan cabang olahraga renang dan loncat indah. Fasilitas dan fisik bangunan itu bertaraf internasional karena didesign oleh konsultan dari Shanghai.
Aquatic centre, lanjutnya, mulai dibangun sejak bulan Agustus 2010. Di tempat tersebut di gelar pertandingan cabang olahraga renang dan loncat indah. Fasilitas dan fisik bangunan itu bertaraf internasional karena didesign oleh konsultan dari Shanghai.
“Arsitektur atap venue terbuat semi indoor, dengan tetap memperhatikan faktor eco green, agar sirkulasi udara tetap berjalan secara alami. Sehingga, lebih menghemat listrik dalam mengatur suhu,” urai Endang.
Dijelaskan, bahan atap bangunan itu terbuat dari membran, sehingga suhu panas pada siang hari dapat tertahan, kemudian dilepas pada malam hari. Sedangkan bahan material kolam renang berasal dari Myrtha Pool, sebuah pabrikan penyedia fasilitas kolam renang berstandar olimpiade. Pabrikan asal Italia tersebut memasok seluruh material kolam seperti liner (pelapis lantai dan dinding beton kolam) dan bulkhead (pembatas antar lintasan).
Sementara cekungan kolam berbahan stainless style yang diproduksi Myrtha Pool, dikirim via kapal Sinar Ambon V.178 dalam bentuk lima kontainer berbobot 40 feet. Aquatic Centre yang berkapasitas 3.000 penonton ini memiliki kolam berukuran 26 x 3 x 51,2 meter dengan kebutuhan air mencapai 15.000 meter kubik. Ukuran kolam juga dapat disesuaikan dengan memperpanjang dan memperpendek lintasan. Pembangun venue aquatic ini menghabiskan dana hampir Rp 200 miliar.(wan)
http://www.bharatanews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=494:bangunan-retak&catid=47:umum&Itemid=63
Indonesia's Sea Games overshadowed by corruption allegations
10 November 2011 Last updated at 17:43 GMT
Indonesia is finalising preparations for the opening of the South East Asian Games - or Sea Games.
They are being held in the city of Palembang on the island of Sumatra - the first international event of this scale to be held outside the capital.
However, the games have already been dogged by allegations of corruption and the construction of sporting venues and the athletes complex have lagged behind schedule.
Indonesia Correspondent, Karishma Vaswani reports
Indonesia is finalising preparations for the opening of the South East Asian Games - or Sea Games.
They are being held in the city of Palembang on the island of Sumatra - the first international event of this scale to be held outside the capital.
However, the games have already been dogged by allegations of corruption and the construction of sporting venues and the athletes complex have lagged behind schedule.
Indonesia Correspondent, Karishma Vaswani reports
http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-15682856
Dan ini ada sedikit palang lokasi yang membuat saya tertawa :
Water Sky atau Water Ski (Waterskiing) ?
Volley Beach atau Beach Volleyball ?
SEA Games begin with corruption claims
15:07 GMT, Friday, 11 November 2011
On the surface the sporting venues in Palembang look grand. But look a little closer, and you'll see that organisers are still trying to get things ready in time.
The roads are filled with dust, because of the unfinished work. Even the road signs need some fixing.
Allegations of graft have marred the Games from the start. Mohammad Nazaruddin, a senior politician from Indonesia's ruling party has been accused of taking bribes worth millions for awarding contracts to build the athletes' rooms. He's consistently denied the allegations but the scandal has cast an ugly shadow on the event.
Organisers admit the corruption scandal has impacted Palembang's ability to host a successful Games. But officials say this is the best they can do, and are optimistic Indonesia will deliver on time.
This is the first time Indonesia is hosting an event of this scale outside the capital city Jakarta. Hosting the games is a huge matter of pride for the local people in Palembang and for Indonesians around the archipelago.
But the event has been tainted by the all too familiar smear of Indonesian corruption.
Karishma Vaswani, BBC, Indonesia
On the surface the sporting venues in Palembang look grand. But look a little closer, and you'll see that organisers are still trying to get things ready in time.
The roads are filled with dust, because of the unfinished work. Even the road signs need some fixing.
Allegations of graft have marred the Games from the start. Mohammad Nazaruddin, a senior politician from Indonesia's ruling party has been accused of taking bribes worth millions for awarding contracts to build the athletes' rooms. He's consistently denied the allegations but the scandal has cast an ugly shadow on the event.
Organisers admit the corruption scandal has impacted Palembang's ability to host a successful Games. But officials say this is the best they can do, and are optimistic Indonesia will deliver on time.
This is the first time Indonesia is hosting an event of this scale outside the capital city Jakarta. Hosting the games is a huge matter of pride for the local people in Palembang and for Indonesians around the archipelago.
But the event has been tainted by the all too familiar smear of Indonesian corruption.
Karishma Vaswani, BBC, Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar